Embung Nglanggeran

08 Agustus 2015

Perjalanan ini tanpa rencana, atau malah bisa dibilang kebetulan. Berawal dari kesalahan membaca waktu resepsi di undangan pernikahan, sehingga mengubah semua rencana yang telah disusun.

Rencana awal adalah pada hari Sabtu menghadiri resepsi teman di Solo, lalu lanjut hari Minggu kami berencana menyusuri pantai-pantai di Gunung Kidul dari pagi sampai sore, lalu mengejar penerbangan di malam hari. Oh iya, kali ini adik saya beserta seorang temannya turut serta, jadi kami yang menyusun jadwal. Nah, karena salah membaca undangan, yang ternyata adalah hari Minggu, jadwal juga berubah, sehingga kepulangan adik saya dan temannya dimajukan menjadi hari Sabtu sore, karena Minggu kami ke Solo dan tidak ada yang menemani mereka jalan-jalan. Maka itu kami harus mencari tempat baru yang tidak terlalu jauh, namun juga sangat indah. Hhmm…

Ini merupakan kali kedua kami ke kawasan Gunung Batu Purba Nglanggeran, namun kali ini kami tidak mendaki Gunung Purba seperti saat pertama kali, namun menuju ke Embung Nglanggeran. Kami sengaja menunggu agak sore untuk berangkat ke sana, selain karena menunggu kedatangan adik yang sedang berjalan-jalan ke Semarang juga karena ingin melihat matahari terbenam.

Jogja - Embung Nglanggeran

Jarak dari rumah ternyata 28,7 km (gambar di atas), dan kami menempuh perjalanan selama 1 jam 7 menit.

Screenshot 2015-08-30 16.24.11

Letak Embung Nglanggeran sendiri tidak terlalu jauh dari Gunung Api Purba, yaitu 1,9 km. Namun diharap menggunakan kendaraan, jangan jalan kaki, capek, hehe. Karena dari jalan utama kita harus berjalan sejauh 1.5 km untuk menuju tempat parkir. Kondisi jalan berbatu, tanah, dan pasir, ditambah dengan tanjakan dan turunan yang mengharuskan kita untuk berhati-hati.

Gunung Api Purba
Gunung Api Purba dilihat dari tempat parkir Embung Nglanggeran

Gunung Api Purba sangat jelas terlihat dari tempat parkir Embung Nglanggeran. Kami harus berjalan kaki untuk menuju Embung, dengan menaiki beberapa anak tangga yang tidak terlalu curam.

Setelah sampai di Embung, pemandangannya cukup menakjubkan! Dengan ketinggian 460-an mdpl, jajaran perbukitan bisa terlihat dengan baik di sebelah selatan, gugusan gunung api purba di utara, dan menara-menara stasiun televisi di sebelah barat. Dua puncak Gunung Api Purba Nglanggeran pun bisa dengan jelas terlihat dari sini, kalau diperbesar juga terlihat ada beberapa orang yang sedang berada di sana.

IMG_7838
(kiri) puncak selatan, terlihat ada 1 orang dan (kanan) puncak utara, terlihat ada 2 orang.

Inilah sedikit gambar yang terekam dalam kamera One Lens Story

Akhirnya senja mulai memudar, digantikan dengan semburat jingga yang menandakan waktunya terbenam matahari. Cuaca yang cukup berawan agak menyulitkan untuk mengambil gambar dengan baik.

Namun begitu, masih banyak orang, pasangan, muda-mudi maupun yang sudah berumur, menikmati keindahan senja di Embung Nglanggeran. Tentu saja kami juga, akan kembali kesini untuk menikmati romantisnya sore di Embung Nglanggeran.

IMG_7930

*catatan: tracklog bisa diunduh disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s